Dampak Perencanaan yang Gagal

Dampak Perencanaan yang Gagal

Oleh. M. Eko Purwanto

Di era globalisasi yang ditandai dengan pesatnya berbagai informasi, selalu membawa dampak positif maupun negatif pada setiap perubahan di bidang ekonomi, sosial, politik dan budaya, serta pada sistem perekonomian dunia yang telah berubah secara signifikan. Salah satu dampak tersebut sebabkan karena telah ditemukannya alat produksi dengan berbagai inovasi yang canggih di setiap bidang usaha. Sementara itu, dampak negatif yang muncul dapat terlihat dengan berkembangnya Ilmu Pengetahuan dan Teknonologi (IPTEK), seperti terbatasnya sumber daya alam karena terus–menerus di eksploitasi, keterbatasan sumber daya manusia yang memiliki potensi unggul, persaingan yang semakin ketat, dan kesenjangan penghasilan, yang dipengaruhi oleh  demand (permintaan) dan supply (penawaran) sumberdaya manusia.

Untuk menghadapi perkembangan ini, dunia usaha tidak hanya memerlukan sistem permodalan saja, dan tidak hanya fokus pada biaya yang mampu mengendalikan investasi masa depan, namun lebih dari itu dibutuhkan strategi serta inovasi jangka panjang yang berkelanjutan. Oleh karena itu, suatu organisasi usaha (perusahaan) memerlukan sistem manajemen kritis untuk mampu membaca tanda-tanda perubahan yang sedang berlangsung.

Kita sudah sama-sama memahami bahwa inovasi merupakan kata kunci bagi setiap perusahaan, karena inovasi dalam produk, layanan, sistem manajemen, proses produksi, pengembangan nilai–nilai perusahaan dan aspek lain dari organisasi merupakan faktor penting yang akan membuat perusahaan bisa tumbuh, berubah dan berhasil mencapai tujuan-tujuannya. Disisi lain, manajemen adalah pencapaian tujuan–tujuan organisasional secara efektif dan efisien melalui perencanaan, pengelolaan, kepemimpinan dan pengendalian sumberdaya–sumberdaya organisasional.  Definisi manajemen ini, memiliki dua pemikiran penting yaitu : 1. Empat fungsi manajemen perencanaan, pengolahan, kepemimpinan, dan pengendalian, dan 2. Pencapaian tujuan-tujuan manajemen.

Empat fungsi manajemen meliputi perencanaan, pengelolaan, kepemimpinan dan pengendalian sumber daya organisasional.  Perencanaan (planning) adalah proses mengidentifikasikan berbagai tujuan untuk kinerja organisasi di masa mendatang serta memutuskan tugas dan penggunaan sumber daya yang diperlukan untuk mencapainya. Pengelolaan (organizing) dilakukan setelah tahap perencanaan, didalamnya terdapat kegiatan menentukan tugas, mengelompokkan tugas, mendelegasikan otoritas, dan mengalikasikan sumber daya di seluruh organisasi. Kepemimpinan (leading) merupakan fungsi manajemen yang mencakup penggunaan pengaruh untuk memotivasu karyawan guna mencapai tujuan–tujuan organisasional. Kepemimpinan berarti menciptakan nilai–nilai dan budaya bersama, mengkomunikasikan tujuan–tujuan kepada karyawan di seluruh organisasi, menyuntikkan semangat untuk memperlihatkan kinerja tertinggi kepada karyawan.

Sementara, Pengendalian (controlling) merupakan fungsi manajemen yang memonitor aktivitas karyawan, menentukan apakah organisasi sejalan dengan tujuannya, dan membuat koreksi jika diperlukan.

Seperti  yang telah dibahas sebelumnya, bahwa untuk menghadapi dunia yang semakin penuh dengan persaingan dan orang-orang yang lebih memilih berkarir dalam dunia manajemen, maka setiap individu, kelompok maupun organisasi perusahaan harus mampu memutar otak agar sedapat mungkin bisa bersaing dengan kompetitor lain. Di sinilah hal yang mungkin patut menjadi perhatian para Pebisnis, bahwa ketika suatu perusahaan tersebut menjalankan fungsi pertama dalam manajemen, yaitu perencanaan, maka Perencanaan ini ibarat seorang atlet pemanah yang akan mengarahkan busur panahnya tepat pada sasaran. Oleh karena itu, tanpa adanya perencanaan yang matang, suatu perusahaan akan mengalami kesulitan dalam proses awal yang sangat mendasar.  Kemudian, setelah menemukan sasarannya, barulah sang atlet akan menarik busur panah dan akan mengukur secara logik dan intuitif, tarikannya sebelum melepaskan panah tersebut.

Perencanaan yang dikemukaan oleh Beishline (1957) sangatlah tepat dan penting, karena perencanaan menentukan apa yang harus dicapai, baik secara kuantitatif dan kualitatif. Dengan begitu, Beishline mengatakan bahwa Perencanaan sama halnya dengan 5W+1H, dimana pertanyaan–pertanyaan yang ada dalam 5W+1H akan banyak membantu menentukan arah perusahaan dalam mencapai tujuannya. Adapun pertanyaan-pertanyaan 5W+1H ini bisa dirumuskan sebagai berikut : 1. What, apa yang harus dikerjakan ?; Why, mengapa pekerjaan itu harus dilakukan ?;  Who,  siapa yang akan mengerjakan ?; When, kapan pekerjaan tersebut dikerjakan ?; Where, dimana pekerjaan itu dilakukan; How, bagaimana cara mengerjakannya ?.

Perencanaan yang baik dan benar akan mampu membawa perusahaan sesuai dengan arah, tujuan dan sasaran yang ingin dicapai. Namun sebaliknya, apabila perencanaannya gagal, maka akan menggagalkan proses manajemen selanjutnya, dan perusahaan tersebut bisa dipastikan akan mengalami kehancuran atau kolaps, karena tidak mampu mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, setiap usaha yang akan kita lakukan, rencanakan dulu dengan matang, siapkan sumberdayanya, lantas tawakalkan semua bagi pemenuhan kebutuhan orang banyak. Semoga bermanfaat. Wallahu A’lam Bishshawwab.