Menggapai Perubahan Dengan Menjadi Mahasiswa

Menggapai Perubahan Dengan Menjadi Mahasiswa

Oleh. M. Eko Purwanto

Saat Orientasi mahasiswa dan pengenalan studi untuk mahasiswa baru ini degelar, biasanya seluruh panitia dan pimpinan universitas/fakultas/program studi, membangun suatu brand image baru di benak mahasiswanya. Mahasiswa baru selalu memiliki potensi yang besar, yang harus dibangunkan dari tidurnya, dan dibuat ‘melek diri’ bahwa mereka berada di dunia lain yang penuh dengan dinamika.

Kreatifitas menjadi kata kunci bagi bahasiswa baru, karena dengan begitu mereka kelak akan menghasilkan sesuatu yang belum terfikirkan sebelumnya, baik melalui ide, gambar atau pancainderanya. Sebab yang saya alami sendiri, selama mereka masih memeluk dunia akademis, maka berbagai macam persoalan hidup kemahasiswaan sudah semestinya menemukan jawaban-jawaban rasional, kritis dan sistematis. Semua itu mejadi bagian hidup sehari-hari bagi seorang mahasiswa di dunia akademis.

Menjadi mahasiswa tidak perlu dikuatirkan, apalagi dicemaskan, kehidupan ini harus dijalani sebagai susuatu yang menyenangkan. Karena itulah, kegiatan Orientasi studi dan pengenalan kampus diharapkan menjadi wahana perubahan sikap, berfikir dan berindak bagi mahasiswa-mahasiswa yang berniat-bulat menimba ilmu di sebuah perguruan tinggi. Apapun minat dan bakat yang sebelumnya telah dimilikinya akan menjadi berkembang bila kebebasan akademik dan kreatifitas ini menjadi alat untuk melakukan perubahan.

Karena, perubahan dari seorang mahasiswa baru menjadi mahasiswa aktif yang dinamis tidak bisa tiba-tiba diwujudkan tanpa proses kuantitatif dan kualitatif, begitu pula perubahan-perubahan secara fundamental tidak bisa terjadi begitu saja tanpa proses panjang yang mesti dialami oleh mahasiswa itu sendiri. Sebagai contoh saja, bahwa :

1.       Semua partikel akan mengalami perubahan, itu pasti.

2.       Namun perubahannya tidak scholastic, atau mistik, atau tidak mungkin berubah dengan sangat absolut, misal A langsung berubah menjadi B.

3.       Namun perubahan itu merupakan proses kuantitatif, sebagai misal :

A + interaksi menjadi, A1 + interaksi menjadi, A2 + interaksi menjadi, A3  (ini disebut sebagai proses kuantitative).

Pada titik tertentu, atau di batas tertentu ada suatu lompatan kualitative, ketika A3 berinteraksi, maka A telah berubah menjadi B, A menjadi B tidak scholastic atau berubah dengan absolut, atau berubah secara tiba, tapi merupakan sebuah proses kuantitative mikro yang terakumulasi, dan tiba-tiba melompat menjadi sebuah perubahan yang drastis alias fundamental.

Sebagai contoh lain, yang bisa saya gambarkan, adalah tentang air yang didihkan akan terjadi proses quantitative. Molekul-molekul pengikat air-nya kemudian mulai merenggang, dan pada titik suhu 100 derajad, tiba-tiba terjadi lompatan kualitative, dan air telah berubah wujud menjadi uap.

Oleh karena itu, setiap perubahan tidak serta merta A menjadi B, tentu ini pandangan mistis yang tidak rasional dan tidak sistematis, namun setiap perubahan akan selalu diawali oleh gejala kuantitative dan terakumulasi, dan pada titik tertentu akan menghasilkan perubahan yang sudah bersifat kualitative/mendasar/ fundamenta. Begitu pula, saat ini kalian semua adalah mahasiswa yang boleh saya sebut mahasiswa baru, yang belum mengenyam asam-garamnya kampus, atau pahit-getirnya menimba ilmu di kampus, nampun kelak dengan perubahan-perubahan kecil yang bersifat kuantitatif yang kalian jalani ini, kelak akan menciptakan perubahan-perubahan kualitatif pada diri kalian dengan masa waktu yang telah ditetapkan oleh pihak akademik.   

Pesan saya, jalani kehidupan kemahasiswaan kalian dengan disiplin dan niat untuk perubahan diri yang lebih baik, jadikan ilmu pengetahuan yang kalian gali di kampus ini sebagai alat untuk memperbaiki kualitas hidup kalian, serta manfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan orang banyak. Tujuan kalian berada dikampus adalah mengalami perubahan kualitas berfikir, bersikap dan bertindak menjadi insan, pencipta (kreatif) dan pengabdi bagi masyarakat untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur, yang tentunya mendapatkan Ridho Allah Swt. Ammiiin.

Bekasi, 5 Februari 2016.